Kuasa Yesus

Markus 2:1-5

Pada saat ini dalam konteks kita, pertanyaan-pertanyaan mengenai Yesus dan kuasa-Nya bukanlah sesuatu yang menggelisahkan lagi oleh karena sejak beberapa abad yang lalu, para teolog telah berhasil menelusuri fakta dan data mengenai Yesus dan kuasa-Nya, mereka pun telah secara bijak menyusunnya dalam banyak literatur.  Kalaupun saat-saat ini ada bermunculan tulisan-tulisan yang ‘kembali’ meragukan mengenai Yesus dan kuasa-Nya, maka bahkan seorang ‘anak sekolah minggu’ pun sudah bisa berapologi secara baik dan benar (dalam fase perkembangan berpikirnya).

Ketika ditahun baru ini kita bersama-sama merenungkan pembacaan Alkitab yang terambil dari Markus 2:1-5, mengenai sebuah kisah spektakuler dimana Yesus menyembuhkan seorang lumpuh,  Entah sudah beberapa kali dan mungkin bahkan sudah ratusan kali kita membaca dan merenungkan bagian ini dan bukankah kita sudah sama-sama bersepakat bahwa Yesus adalah Allah yang datang dari Sang Bapa sebagai Putra Tunggal, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara yang bernama Maria, seorang keturunan raja Daud, raja besar itu.  Mengenai kuasa-Nya bahkan sudah merupakan sesuatu yang asing bagi kita:  Ia telah bangkit, menang atas maut, naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah sebagai pribadi yang berkuasa penuh atas langit dan bumi, dunia dan sorga, masa lalu, masa kini, masa yang akan datang, bahkan dalam kuasa-Nya itu kita mendapatkan pengampunan dosa, kebangkitan daging dan hidup yang kekal.  Kita kemudian rutin mengucapkannya dalam kalimat-kalimat pengakuan iman kita pada setiap ibadah-ibadah kita.

Jika demikian, mengapa kita perlu merenungkannya sekali lagi?  Ya, memikirkannya secara serius di awal tahun baru ini.  Mengapa?  Justru ketika kita telah ‘terbiasa’ dengan hal-hal ini dan tidak lagi mampu merasakannya sebagai sesuatu yang wah, maka barangkali ini salah satu alasan mengapa kita perlu merenungkannya.  Saya memiliki analogi sederhana:  putra saya, begitu excited dengan boneka angry bird-nya.  Ia bahkan sudah menguasai beragam trik di game angry bird-nya.  Namun apa yang terjadi selanjutnya dengan boneka angry bird-nya setelah sekian lama dimainkan?  Boneka itu sudah dilemparkannya ke atas genteng.  Marilah kita merenungkan sekali lagi mengenai Yesus dan kuasa-Nya dengan kesadaran diri bahwa kita adalah manusia rapuh yang mudah mengabaikan, melupakan bahkan menyepelekan Yesus dan kuasa-Nya sampai kita kemudian mengalami pergumulan berat dan menjadi teringat akan Dia.  Mario Teguh pernah berujar demikian: ‘bukan masalah jika sang bos tidak ‘direken’ oleh kita namun adalah bahaya besar jika kita sudah tidak ‘direken’ oleh sang bos, sebab itu artinya sebentar lagi kita akan dipecat.  Semoga saja hal seperti itu tidak terjadi dalam keintiman kita dengan Tuhan.  Jika demikian, kesadaran seperti apakah yang harus kita miliki agar kita bisa terus menghidupkan Tuhan Yesus dan kuasa-Nya dalam kehidupan kita?

Mari renungkan kalimat ini:  Tuhan Yesus sangat berkuasa namun sering sekali Ia ingin menjadikan kita sebagai saluran kuasa-Nya bagi orang lain.  Penulis Injil Markus secara tepat membuka kisah ini.  Ia mencatat bahwa setelah beberapa waktu lamanya, Tuhan Yesus kembali mengunjungi Kaparnaum dan berita ini segera tersiar ke seluruh penjuru kota.  Begitu riuh suasana kota itu, terutama sebuah rumah yang dijadikan penginapan oleh Tuhan Yesus.  Penulis Injil Markus mendemonstrasikannya dengan menulis demikian: ‘orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak’.  Bayangkanlah seperti keriuhan di rumah ponari yang heboh oleh karena batu ajaibnya.  Semua orang datang untuk kepentingannya sendiri, atau paling tidak untuk keperluan keluarga dekatnya.  Apabila Tuhan Yesus datang saat ini menghadirkan kuasa yang sama, maka mungkin kita akan melakukan hal yang sama: berkerumun dan membawa segenap masalah kita dan keluarga kita dengan menyediakan sedikit tempat (atau mungkin saja tidak) bagi pergumulan orang lain.  Itulah kebiasaan kita ketika berinteraksi dengan Tuhan Yesus dan kuasa-Nya.

Hari ini, Tuhan memberi penyingkapan lain mengenai Diri dan kuasa-Nya.  Injil Markus menceritakan mengenai 4 orang yang membawa seorang lumpuh.  Mereka berusaha melewati kerumunan orang, hingga akhirnya menjebol atap rumah dan menurunkan si lumpuh dari atap dan Yesus menghargai iman keempat orang ini dengan jalan menyembuhkan si lumpuh.  Si lumpuh mendapatkan kesembuhan dan apa yang di dapat oleh 4 orang ini?  Mungkin kita akan berkata bahwa mereka tidak mendapat apa-apa, sebab hingga akhir cerita keempat orang ini sudah tidak disinggung lagi, bahkan oleh si lumpuh.  Namun Markus telah mencatat sesuatu yang penting pada ayat 5, yaitu Yesus melihat iman mereka.  Menarik disini bahwa ungkapan Yesus melihat, tidak dapat dipahami sesederhana ungkapan: saya melihat, pendeta melihat, mejelis melihat, atau jemaat melihat, sebab melihat disini dari bahasa Yunani ‘horao’ (ὁράω) yang lebih berarti melihat dengan teliti atau menyelidiki.  Yesus melihat hingga ke motivasi mereka, oleh karena Ia tahu bahwa mereka bukan sok pahlawan;  Yesus melihat hingga kedalam hati mereka, oleh karena mereka rela mengabaikan kepentingan mereka demi si lumpuh;  Yesus melihat hingga mengetahui apa yang mereka pikirkan, bahwa melalui kesembuhan si lumpuh Allah akan dipermuliakan.  Pertanyaannya adalah: ketika Tuhan Yesus hadir saat ini dan memperlihatkan kuasa yang sama, apakah Ia akan melihat itu dalam diri kita?  Ingat dan sadarilah bahwa Tuhan Yesus sangat berkuasa namun sering sekali Ia ingin menjadikan kita sebagai saluran kuasa-Nya bagi orang lain, terutama agar Ia dapat melihat dengan ‘horao’ (ὁράω) kepada kita.

Mari kita renungkan kalimat di atas dalam kesadaran yang benar: Tuhan Yesus sangat berkuasa namun sering sekali Ia ingin menjadikan kita sebagai saluran kuasa-Nya bagi orang lain.  Tuhan Yesus sangat ingin menjadikan kita sebagai saluran kuasa-Nya, namun keinginan-Nya tersebut diwujudkan melalui sebuah tatapan tajam tepat ke mata kita masing-masing.  Tatapan mata yang teduh, penuh kasih, namun berkuasa.  Berkuasa hingga Ia mampu melihat motivasi kita yang rindu dipakai oleh-Nya, bahwa kita datang dengan motivasi yang benar dan bukan unjuk gigi saja atau sok menjadi pahlawan kesiangan bagi gereja-Nya ini;  Ia berkuasa hingga mampu melihat kedalam hati kita, hati yang tulus, yang rela mengabaikan kepentingan pribadi demi kepentingan keseluruhan jemaat sebagai satu kesatuan tubuh Kristus;  Ia bahkan berkuasa hingga Ia mengetahui secara pasti apa yang kita sedang pikirkan dan rencanakan, yaitu untuk menjadikan Allah semakin dipermuliakan melalui setiap program dan pelayanan yang kita buat di gereja-Nya ini.

Namun, apa yang terjadi ketika ternyata pada saat Tuhan Yesus yang sedang melihat kita dengan tatapan mata yang teduh, penuh kasih, namun berkuasa ternyata Ia tidak menemukan hal-hal itu dan malah sebaliknya melihat seperti yang terjadi dengan kelanjutan kisah Injil Markus: 6Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 7“Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”  (Mar 2:6-7 ITB).  Yesus pun rupanya melihat mereka, namun meresponinya secara berbeda.   Kita pun telah mengetahu akhir dari kisah tersebut.  Namun demikian, hal yang harus kita waspadai adalah ketika kita tidak lagi menjadi seperti empat pria misterius ini, maka tidak lama lagi Yesus dan kuasa-Nya akan kita tinggalkan di atap yang telah dilubangi oleh empat pria misterius ini.  Ya, kita akan mencampakkannya di atap untuk menemani boneka angry bird-nya, putra saya.  Kiranya Tuhan menolong kita untuk mampu menjadi seperti ke empat pria misterius ini, yaitu menjadi saluran kuasa Tuhan Yesus bagi orang lain.

 

–apg–

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: