Sejarah Singkat

Sejatinya memang usia Sekolah Tinggi Teologi Skriptura Indonesia yang selanjutnya disebut STT Skriptura masih ‘belia’ oleh karena berdiri baru pada tanggal 11 Oktober 2006.   Berdiri oleh karena visi Tuhan yang dipercayakan kepada para hamba-hamba-Nya yaitu Pdt. Maxie M. Rumagit, M.Th; Pdt. John Evert Kapugu, M.Th; Pdt. Meidy J. Rumagit, M.Th; Pdt. Ferdinand S.D Tambunan, M. Th; dan Pdt. Robertus Sela, M.Th, yang sejak awal berkomitmen untuk bukan saja menghasilkan pemimpin-pemimpin yang handal dari gereja dan lembaga kristiani lainnya, tetapi juga memberi wadah bagi setiap warga gereja yang ingin mempelajari Firman Tuhan secara mendalam dan  komprehensif, demi partisipasinya yang lebih baik dan tepat guna dalam mendukung program-program pelayanan di gerejanya masing-masing.

Selanjutnya para pendiri dengan tekad  dan  komitmen iman yang telah  diambil  mulai  mensosialisasikan  lembaga pendidikan  ini  kepada  masyarakat Kristen yang ada di kota Depok dan sekitarnya.  Hal ini dilakukan baik berupa penyebaran-penyebaran brosur maupun komunikasi-komunikasi langsung dengan pemimpin-pemimpin gereja dan lembaga pelayanan kristiani lainnya.  Upaya ini membuahkan hasil yang nyata dengan dimulainya perkuliahan perdana pada bulan Oktober  tahun 2006 yang  diikuti oleh  16 mahasiswa, dengan menggunakan rumah kediaman Ibu Yuliana Roedjito, yang juga menjadi salah satu mahasiswa STT Skriptura (seorang janda, isteri dari alm. Pdt. Roedjito, S. Th.), beralamat di Jl. Sersan Aning no. 50, Depok Lama.  Perkuliahan ditempat ini berlangsung selama 2 tahun.  Tempat perkuliahan ini terpisah dari kantor Sekretariat STT yang beralamat di Jl. Melati no 1C, Depok Lama.  Kantor Sekretariat tersebut adalah sebuah bangunan berukuran 7×4 m,  yang disewa selama 1 (satu) tahun.  Hal ini terjadi karena awal pendirian lembaga ini memang tidak dimulai dengan ketersediaan  fasilitas ataupun dana yang memadai.  Lembaga ini dimulai dengan komitmen para pendirinya yang terpanggil untuk memperlengkapi umat Tuhan dengan firman Allah.

Seiring dengan komitmen yang terus terpelihara dalam diri para pendiri, maka sekalipun perjalanan lembaga ini mengalami pasang surut dengan segala dinamika yang terjadi, perlahan namun  pasti  lembaga pendidikan ini terus mengalami kemajuan.  Beberapa indikator yang terlihat pertama-tama dari jumlah mahasiswa yang terus bertambah, para dosen yang dilibatkan, demikian juga dengan fasilitas-fasillitas pendukung pendidikan lainnya yang terus mengalami kemajuan yang signifikan.

Dalam anugerah Tuhan, maka pada tahun 2007, STT Skriptura telah menempati kantor sekretariat baru yang berlokasi di Jl. Siliwangi Dalam no 27, Kota Depok, dengan status kontrak hingga saat ini.  Adapun masa kontrak yang telah diperpanjang tersebut akan berakhir pada Tahun 2016.  Sementara itu, tempat perkuliahan yang tadinya dilaksanakan di rumah kediaman Ibu Rudjito, telah dipindahkan dan disatukan dengan kantor Sekretariat, setelah dibangun pada lokasi kantor yang terdiri dari 3 ruang kelas, 1 ruang kapel, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang kantor administrasi dan ruang-ruang penunjang lainnya.

Sampai sekarang ini, STT Skriptura telah memiliki 8 Dosen tetap dan 9 Dosen tidak tetap dan 4 tenaga administrasi.  Sedangkan jumlah mahasiswa STT Skriptura saat ini sebanyak 57 orang, terdiri dari mahasiswa kategori aktif sebanyak 47 orang dan mahasiswa yang tidak aktif (dalam status cuti dan lain lain) sebanyak 10 orang.  Sementara ini Program Studi (Prodi) yang diadakan di STT Skriptura adalah Prodi S-1 Teologi/Kependetaan.  Dalam rencana ke depan, pada tahun 2012 akan dibuka juga Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK), disusul Prodi Misiologi dan Prodi Konseling (Pastoral).   Untuk menunjang itu semua, STT Skriptura telah memiliki koleksi buku sejumlah 2.395 eksemplar dengan jumlah judul buku 2.276 memang jumlah ini belumlah seberapa namun komitmen serta usaha keras dari seluruh keluarga besar STT Skriptura tentunya akan terus menambah jumlah koleksi buku sebagai bagian penting yang tak terelakkan.

STT Skriptura, sejak awal berdiri telah bekerja sama dan mendapat dukungan dari STT Reformed Injili Indonesia.  Kerjasama yang bersifat dukungan dari STT Reformed Injili Indonesia, khususnya bagi kepentingan kemajuan STT Skriptura tersebut, pada tahun 2011 telah ditegaskan dalam sebuah dokumen memorandum of Understanding (MoU).   Selain itu dalam kaitan dengan kelayakan sebuah pendidikan tinggi teologi, maka STT Skriptura juga telah menjalin hubungan kerja sama dengan gereja-gereja.  STT Skriptura telah mendapat dukungan dari Sinode Gereja PIBI, Sinode Gereja GKOI, Badan Pimpinan KGPM Wilayah Jawa, Pengurus Gereja GGP Wilayah Jawa Barat, Pengurus Gereja GPDI Wilayah XV Jawa Barat dan sejumlah gereja lokal yang ada di wilayah Jabodetabek.

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: